BRI Prediksi Pertumbuhan Kredit 2026 Masih Single Digit
Sumber Foto: Tempo.co
Ekonomi

BRI Prediksi Pertumbuhan Kredit 2026 Masih Single Digit

DIREKTUR Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI Hery Gunardi memprediksi pertumbuhan kredit masih akan berada di fase single digit atau di bawah 10 persen pada 2026. Menurut Hery, hal itu disebabkan oleh permintaan kredit yang diproyeksikan masih belum menguat.

Belum menguatnya permintaan kredit itu, menurut Hery, disebabkan oleh daya beli belum sepenuhnya pulih dan ekspansi dunia usaha masih selektif. “Artinya, kita memasuki fase normalisasi pertumbuhan kredit, bukan krisis tetapi juga bukan ekspansif secara agresif,” kata dia dalam webinar Otoritas Jasa Keuangan bertajuk “Economic Outlook 2026” yang digelar daring pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dari sisi penawaran, kata Hery, kondisi industri perbankan masih solid untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan. Posisi tersebut tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 11,4 persen year on year pada November 2025.

Adapun loan to deposit ratio (LDR) terjaga di kisaran 84 persen. Hery menilai angka tersebut menunjukkan ruang ekspansi kredit masih memadai, tanpa menimbulkan tekanan pada likuiditas yang berlebihan.

Hery menuturkan, di sisi lain, rata-rata undisbursed loan atau kredit yang menganggur di bank justru meningkat menjadi 10,22 persen. Dia berpendapat posisi tersebut mencerminkan sikap wait and see dari dunia usaha dan juga rumah tangga sebagai nasabah individu.

Ia juga menyoroti dampak melambatnya sektor padat karya terhadap permintaan kredit. Dia menyebutkan bahwa struktur kredit Indonesia masih didominasi oleh sektor padat karya, seperti manufaktur, perdagangan, dan pertanian.

Sementara sektor padat karya adalah sektor yang paling sensitif terhadap perlambatan ekonomi. “Ketika konsumsi melambat, margin usaha tertekan, ekspansi langsung tertahan. Dan ini tercermin pada pertumbuhan kredit yang melemah,” ucap Hery.

Bank Indonesia (BI) sebelumnya mencatat kredit perbankan tumbuh sebesar 9,69 persen year on year sepanjang 2025. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan posisi tersebut berada dalam kisaran prakiraan Bank Indonesia sebesar 8-11 persen year on year.

Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi pada 2025 masing-masing sebesar 21,06 persen year on year, 4,52 persen year on year, dan 6,58 persen year on year.

“Capaian tersebut sejalan dengan upaya BI untuk menurunkan suku bunga dan memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial serta realisasi program prioritas pemerintah di tengah kondisi makro dan keuangan yang terjaga,” kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur pada Rabu, 21 Januari 2026.

Perry mengatakan, dari sisi permintaan, pelaku usaha perlu terus didorong untuk melakukan ekspansi usaha dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan atau undisbursed loan. Pada Desember 2025, undisbursed loan tercatat mencapai Rp 2.439,2 triliun atau 22,12 persen dari plafon kredit yang tersedia.