Banjir Melanda Makassar, 878 Warga Terpaksa Mengungsi
Sumber Foto: Kompas.tv
Sosial

Banjir Melanda Makassar, 878 Warga Terpaksa Mengungsi

Cakra Media - Kompas.tv

Penulis : Mareta Galuh Ayuningtyas | Editor : Gading Persada

MAKASSAR, KOMPAS.TV - Akibat intensitas hujan yang sedang hingga tinggi mengguyur sejumlah wilayah Indonesia beberapa waktu terakhir, tak sedikit warga mengeluhkan genangan air hingga menyebabkan banjir di berbagai titik. Akibatnya, warga yang terdampak memilih untuk mengungsi demi keselamatan, dan antisipasi kondisi yang lebih parah.

Salah satunya terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) seperti dilaporkan tim jurnalis KompasTV, sedikitnya lima kecamatan dengan kondisi terparah ada di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya. Di dua kecamatan tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai 30 sentimeter hingga 1 meter.

Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahar, menyebutkan hingga saat ini terdapat 545 jiwa atau 169 kepala keluarga yang telah mengungsi. Kini, pihak BPBD setempat masih terus melakukan pemantauan serta asesmen di lokasi terdampak banjir untuk memastikan keselamatan warga.

Baca Juga: Pantauan Langsung Banjir Makassar: Lima Kecamatan Terendam, 545 Warga Tedampak Mengungsi

"Kita telah mendirikan enam posko pengusian di dua kecamatan tadi dan sampai saat ini update-nya adalah 545 pengungsi atau 169 KK yang terlayani sekarang. Hari ini ada di Masjid Jabal Nur, Masjid Ida Al Fatih, SD Pacirakang, Masjid ee Lailatul Qadar dan tersebar di dua tempat lagi yang lain," ujarnya dikutip dari YouTube KompasTV, Kamis (26/2/2026).

Jurnalis KompasTV, Linda Wirawan yang melaporkan langsung di lapangan mengatakan, kondisi pagi ini terpantau cuaca sedikit mendukung, namun banjir tampak masih menggenangi wilayah permukiman warga di Blok 8 Antang, Kecamatan Manggala.

Bahkan jika melihat berdasarkan kondisi topografinya, semakin berjalan ke area dalam permukiman semakin tinggi juga genangan airnya. Akibat kondisi tersebut, sebanyak 84 jiwa dari 23 kepala keluarga mengungsi di Masjid Almuttaqim Antang.

"Dan kalau Anda lihat ini di kiri kanan, rumah-rumah warga hampir semuanya terendam dengan banjir bahkan bisa mencapai ketinggian 1,5 sampai 2 m. Dan ee hampir juga semua warga mengungsi di tempat pengungsian yang berpusat di ee Masjid Almuttaqin," ujarnya dikutip dari YouTube KompasTV.

Menurut keterangan dari para pengungsi, mereka mengatakan sebenarnya kondisi ini telah terjadi sejak Selasa (24/2) malam namun tak berangsur membaik.

Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak banjir di Makassar mencapai 878 jiwa dari 239 kepala keluarga yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk Kelurahan Katimbang di Kecamatan Biringkanaya dan Kelurahan Manggala.

Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi ini akan terus terjadi dalam sepekan terakhir mengingat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi terus terjadi. Ditambah dengan kombinasi beberapa fenomena atmosfer, termasuk aktivitas angin muson Asia yang membawa massa udara lembap ke wilayah Indonesia.

Baca Juga: Pengungsi Banjir Makassar Capai 878 Jiwa, BPBD Siagakan Tim di 15 Titik

Pemerintah Kota Makassar juga telah menyalurkan bantuan dasar kepada warga terdampak. Wali Kota Makassar, Arifuddin, diketahui telah meninjau langsung lokasi banjir dan memastikan distribusi bantuan berjalan.

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

TAG : banjir bmkg bpbd makassar banjir makassar warga mengungsi kondisi cuaca ekstrem

Sumber : Kompas TV

KOMPASTV SHORTS

CELIOS: Seharusnya Pemerintah Bisa Stop Program yang Tidak Efektif | On Point #78

BBM Naik, Harus Ada Kompensasi untuk Kelas Menengah | On Point with Adisty #78

Media Askar: Presiden Prabowo Bukan Seorang Negarawan, tapi Wisatawan | On Point with Adisty #78

Eddy Soeparno: Pengumuman Kenaikan BBM Mendadak Karena menghindari Panic Buying | On Point #78

Kalau MBG Dihentikan, Siapa yang Paling Dirugikan? | On Point with Adisty #78

Lihat Semua

BERITA LAINNYA

KOMPAS DUNIA

[FULL] Praktisi HI Baca Peluang Kesepakatan Damai AS-Iran, Jaminan Perang akan Selesai?

14 Juni 2026, 00:30 WIB

Peristiwa

Bundaran HI hingga Monas Gelap Gulita 60 Menit! Ada Apa?

14 Juni 2026, 00:21 WIB

Jabodetabek

Harga BBM Makin Mahal, Warga Ramai-Ramai Beralih ke Kendaraan Listrik? | KOMPAS MALAM

14 Juni 2026, 00:13 WIB

Peristiwa

Anggota Komisi VI DPR RI Nilai 40 Ribu Koperasi Desa Berisiko Mangkrak | BERUT

14 Juni 2026, 00:10 WIB

KOMPAS DUNIA

Iran Umumkan Upacara Pemakaman Ali Khamenei

14 Juni 2026, 00:06 WIB

Sepak Bola

Garuda Muda Berhasil Kunci Peringkat 3 di Piala AFF U19 2026 | KOMPAS MALAM

14 Juni 2026, 00:04 WIB

Jabodetabek

Jakarta Gelar 'Earth Hour', Lampu di Bundaran HI dan Monas Padam Selama 1 Jam | KOMPAS MALAM

13 Juni 2026, 23:55 WIB

Peristiwa

BEM UI Bantah Polda Metro Jaya Soal Belum Kirim Surat Pemberitahuan Aksi di Bundaran HI

13 Juni 2026, 23:55 WIB

Peristiwa

Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono Tetapkan Target 40 Ribu Koperasi Desa Tahun 2026 | BERUT

13 Juni 2026, 23:51 WIB

Jabodetabek

Komnas PA DKI Sebut Perundungan Bocah 6 Tahun di Jakpus sebagai Tindak Kriminal

13 Juni 2026, 23:50 WIB