Ansarallah Tegaskan Koordinasi Penuh Poros Perlawanan di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Cakra Media - Anggota Biro Politik Ansarallah Yaman, Mohammed al-Bukhaiti, menyatakan bahwa negara-negara yang tergabung dalam Poros Perlawanan berada dalam koordinasi penuh di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Ia menyoroti keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan yang turut mendukung operasi militer AS terhadap Iran.
Awal Kejadian
Dalam wawancara dengan Al Mayadeen pada Sabtu (18/7), Al-Bukhaiti menjelaskan bahwa perkembangan yang terjadi di Iran, Lebanon, Yaman, dan Irak saling berkaitan dengan dukungan negara-negara tersebut terhadap Palestina.
Perkembangan
Al-Bukhaiti menambahkan bahwa Yaman terus mempersiapkan kemampuan yang diperlukan untuk mengakhiri blokade yang diberlakukan terhadap negaranya. Ia menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari dinamika konflik yang lebih luas di kawasan. Ia juga mengkritik pangkalan militer AS di Timur Tengah yang memberikan ruang bagi Washington untuk melakukan operasi terhadap infrastruktur Iran, sehingga negara-negara tuan rumah pangkalan tersebut dianggap turut terlibat dalam agresi terhadap Iran.
Kondisi Terakhir
Dalam konteks terpisah, pemimpin Ansarallah, Sayyid Abdul Malik Badruddin al-Houthi, menilai bahwa operasi militer oleh AS dan Israel tidak mencerminkan keberhasilan strategis. Ia menyerukan negara-negara di kawasan untuk bersikap netral dan tidak memberikan dukungan logistik kepada AS dan Israel. Al-Houthi juga menegaskan penolakan Ansarallah terhadap blokade Yaman dan memperingatkan bahwa jika Arab Saudi terlibat dalam perang melawan Yaman, infrastruktur vital negara itu akan menjadi sasaran rudal dan pesawat nirawak Ansarallah.




