Amblasnya Tanah Mengancam Jalan Poros Tobadak di Mamuju Tengah
Jalan Poros Tobadak yang terletak di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, mengalami kerusakan parah akibat tanah amblas yang mengancam akses utama penghubung delapan desa di Kecamatan Tobadak. Amblasnya tanah terjadi di sekitar lokasi yang berjarak satu kilometer dari Jalan Trans Sulawesi Benteng, khususnya di Dusun Sipodeceng, Desa Tobadak.
Pantauan menunjukkan bahwa area yang mengalami amblas mencakup sekitar 20 meter, sehingga setengah ruas jalan menjadi sempit dan menyulitkan pengendara. Pengendara harus bergantian saat berpapasan atau beriringan, mengingat kondisi jalan yang semakin memburuk.
Kondisi ini menjadi semakin mengkhawatirkan ketika tanah di sekitar lokasi amblas terasa bergetar saat kendaraan berat melintas. Pondasi plat duicker yang ada di jalan tersebut juga terlihat akibat dari pergerakan tanah yang terus berlanjut. Selain itu, longsor di tepi jalan yang mengarah ke Sungai Budong-budong semakin memperparah situasi.
Menurut Muhammad Irwansyah, Kepala Dusun Sipodeceng, tanda-tanda amblasnya jalan sudah terlihat sejak pertengahan tahun 2025 dan mulai parah pada awal tahun 2026. Ia mengungkapkan bahwa penanganan sebelumnya telah dilakukan, namun upaya tersebut gagal karena erosi yang disebabkan oleh aliran air dari sungai dan kiriman air dari atas bukit.
“Sudah dua kali perbaikan yang dilakukan, termasuk pemasangan batu gajah dan penimbunan, tetapi kondisi jalan tetap kembali amblas,” ujarnya. Irwansyah mengungkapkan kekhawatirannya bahwa jika tidak segera ditangani, jalan tersebut akan putus total, yang tentunya akan berdampak pada mobilitas warga di delapan desa yang bergantung pada jalan tersebut.
Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan sebelum kondisi semakin memburuk dan mengganggu aktivitas masyarakat.




