Aksi Pemekaran Luwu, Jalan Trans Sulawesi Terganggu
LUWU, BKM — Aksi demonstrasi yang menuntut pemekaran untuk Luwu Tengah dan Provinsi Tana Luwu semakin meluas di wilayah Luwu. Setelah sebelumnya berlangsung di Walmas dan Palopo, kini aksi tersebut menjalar ke Kecamatan Bua, khususnya di Desa Lare-Lare, serta di Padang Sappa, Kecamatan Ponrang.
Pada Senin, 26 Januari, para pengunjuk rasa di Desa Lare-Lare melakukan aksi dengan melumpuhkan jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Makassar dan Palopo. Mereka membakar ban bekas dan mendirikan palang jalan dengan batang pohon. Dalam aksi tersebut, satu unit ekskavator juga digunakan untuk memblokade ruas jalan nasional, yang diparkir dekat pasar lama Padang Sappa.
Para orator dari massa aksi bergantian menyampaikan tuntutan mereka. Akibatnya, beberapa truk dan kendaraan besar terpaksa berhenti di pinggir jalan karena tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Dalam orasinya, Jayanto, salah satu juru bicara massa, menegaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk menagih janji pemerintah. "Kami menggelar aksi bukan untuk melawan pemerintah, tetapi untuk menuntut agar pemerintah pusat memenuhi janji mengenai daerah istimewa. Kami ingin pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Tengah," ujarnya.
Jayanto juga mengajak warga Tana Luwu untuk bersatu dalam memperjuangkan hak mereka jika janji pemerintah tidak ditepati. "Sudah terlalu lama kami menunggu agar Luwu Tengah menjadi provinsi. Ini adalah kepentingan masyarakat yang harus direalisasikan. Hanya satu kata; Provinsi Luwu Raya harga mati," tegasnya.




