Adies Kadir Resmi Dilantik Sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi
MANTAN wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Adies Kadir, akan mengikuti pengucapan sumpah sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK) di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 5 Februari 2026. Pada Kamis petang, Adies telah tiba di kantor Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Begitu tiba sekitar pukul 15.30 WIB, Adies langsung memasuki kompleks Istana Kepresidenan. Adies tidak memberikan keterangan kepada wartawan yang ada di lokasi. " Bismillah," kata dia sambil berjalan.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan ada dua agenda pengangkatan pejabat di Istana Kepresidenan hari ini. "Memang ada dua agenda pelantikan hari ini," kata Yusril yang juga menghadiri acara.
Selain Adies yang akan mengucapkan sumpah sebagai hakim konstitusi, Presiden Prabowo juga akan melantik eks Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, sebagai wakil menteri keuangan. Juda telah tiba di Istana Kepresidenan sebelum Adies.
Yusril menyampaikan harapannya kepada Adies yang akan segera menjadi hakim konstitusi. Dia berharap Adies bisa menjalankan tugas dengan baik. "Karena hakim konstitusi kan negarawan. Selain juga orang yang mempunyai gelar, punya ilmu yang mumpuni, (harus) bersikap kenegarawanan dalam memutus perkara konstitusi," ucap Yusril.
Yusril mengapresiasi keputusan Adies yang meninggalkan jabatan di DPR sebelum menjadi hakim MK. "Saya salut Pak Adies Kadir bersedia menanggalkan jabatan sebagai anggota DPR dan dilantik sebagai hakim Mahkamah Konstitusi hari ini," tuturnya.
DPR telah menetapkan Adies Kadir untuk menggantikan Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi. Arief, yang telah menjadi hakim konstitusi sejak 2013, memasuki masa pensiun tahun ini.
DPR tercatat dua kali menggelar uji kelayakan dan kepatutan untuk memilih calon hakim pengganti Arief. Pada Agustus 2025 lalu, DPR telah menggelar fit and proper test terhadap Inosentius Samsul sekaligus menetapkannya sebagai hakim MK usulan DPR dalam rapat paripurna.
Namun lima bulan berselang, atau pada Januari 2026, parlemen membatalkan keputusan tersebut. Senayan menggelar uji kelayakan ulang untuk memuluskan jalan Adies Kadir menjadi hakim konstitusi pengganti Arief.
Adies, yang sebelumnya merupakan kader Partai Golkar, mundur dari partainya demi menjadi hakim konstitusi. Dia meninggalkan Golkar beberapa waktu sebelum uji kelayakan di DPR.
Rekam jejak Adies sebagai anggota DPR diwarnai kontroversi. Pernyataan Adies tentang kenaikan gaji anggota DPR menjadi salah satu pemicu demonstrasi besar pada Agustus 2025. Demonstrasi itu yang mengakibatkan seorang pengemudi ojek online




