Warga Tapanuli Selatan Rayakan Berbuka Puasa Pertama di Huntara
TAPANULI SELATAN, KOMPAS.TV – Warga terdampak tanah bergerak di Desa Tandihat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, yang tinggal di hunian sementara (huntara), menceritakan pengalaman berbuka puasa di hari pertama Ramadan 1447 H, Kamis (19/2/2026).
Warga ber buka puasa di huntara yang terletak di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan. Mereka bersama-sama menyiapkan makanan pada dapur umum di huntara itu.
Seorang penghuni huntara, Latifah Hanum Nasution, menyebut ia memasak menu kesukaan anaknya, yakni telur balado, rendang dan sejumlah masakan lain.
Latifah mengaku senang dapat menempati huntara tersebut, yang menurutnya lebih layak daripada di lokasi pengungsian.
"Kalau di sini lebih layak, kami mempunyai tempat tinggal masing-masing dan bisa memasak untuk keluarga," katanya, seperti dikutip Antara.
Para penghuni huntara memasak untuk keluarganya masing-masing. Ada yang menghangatkan daging sisa sahur dan ada yang memasak lauk lainnya.
Warga lainnya, Arwin Dalimunthe, mengaku dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadan dengan tenang meski tinggal di huntara.
Ia mengaku sempat was-was, karena selama dua bulan lebih berada di tempat pengungsian yang masih apa adanya, sementara di huntara ini semua fasilitas sudah lengkap.
"Di sini fasilitas sudah lengkap. Dapur ada, toilet ada banyak, jadi lebih nyaman," tuturnya.
Sebagai informasi, 186 kepala keluarga (KK) yang berasal dari Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, harus direlokasi ke huntara itu setelah tempat tinggal mereka rusak karena tanah bergerak.
Huntara tersebut berjumlah 200 unit dengan sejumlah fasilitas seperti toilet umum, dapur umum, musala dan sekolah dasar.




