Warga Padati Lapak Takjil di Hari Pertama Ramadhan
Jakarta (ANTARA) - Warga berbondong-bondong menyerbu kawasan lapak takjil di pinggir Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada hari pertama Ramadhan, Kamis sore.
Tampak di lokasi, para pedagang takjil berjejer di pinggir jalan. Takjil yang dijual juga beragam, mulai dari gorengan, kue basah hingga minuman.
Serbuan para pemburu takjil pun datang silih berganti sejak pukul 15.30 WIB.
Kondisi itu membuat parkiran di depan rumah toko (ruko) daerah itu padat oleh kendaraan pembeli. Sementara itu, lalu lintas Jalan Panjang terpantau padat, dengan klakson kendaraan saling menyahut.
Sejumlah petugas kepolisian serta petugas Transjakarta tampak bersiaga di lokasi untuk mengurai kemacetan.
Seorang pedagang takjil bernama Ita mengaku sudah kebanjiran pelanggan sejak pukul 16.00 WIB.
"Banyak sekali tadi, tak bisa dihitung. Sebagian emang pelanggan tetap, tapi emang hari pertama ini banyak sekali. Bisa lihat sendiri," kata Ita.
Kendati harga bahan pokok seperti cabai, minyak goreng, telur dan komoditas lainnya merangkak naik, Ita enggan untuk menaikkan harga dagangannya.
"Kalau saya, harga tetap, (lumpia) masih Rp5 ribu per tiga biji," kata dia.
Sementara itu, seorang pembeli takjil bernama Daffa mengaku cukup kesulitan untuk menuju lokasi penjualan.
Hal itu karena lalu lintas di Jalan Panjang jauh lebih macet dibanding hari biasa, apalagi waktunya berburu takjil bertepatan dengan jam pulang kerja.
"Kalau harga takjil relatif sama. Saya juga sehari-hari kalau beli gorengan di sini. Tapi kalau macet sekali hari ini," kata Daffa.
Hingga pukul 17.20 WIB, para pemburu takjil masih datang silih berganti. Kemacetan lalu lintas pun masih terjadi.




