Warga Desa Lebih Tangguh Pulih Psikologis Pascabencana
Cakra Media - Relawan Kemenkes mengidentifikasi penyintas dengan indikasi trauma berat.
Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi korban bencana.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog klinis Anna Aulia menemukan fakta mengejutkan saat bertugas sebagai relawan Tim Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan di Aceh Tamiang: warga desa ternyata lebih tangguh secara psikologis menghadapi bencana dibanding warga kota.
Anna mengungkapkan bahwa warga di wilayah terpencil cenderung lebih cepat menerima kondisi pascabencana dan fokus pada upaya bertahan hidup, sementara warga di pusat kota justru lebih lama terguncang secara emosional.
Baca Juga
Cerita dari IIMS 2026 Tentang Masa Depan Energi yang Tak Lagi Asing
Siapkan Makanan Puasa Juga Ibadah
Edukasi Gizi Keluarga Dinilai Krusial Dukung Tumbuh Kembang Anak Usia Dini
"Di desa, mereka fokus bagaimana bisa bertahan hidup lagi. Kalau rumah hilang, mereka bilang akan bangun lagi dan cari pekerjaan lagi," katanya pada Jumat (20/2/2026).
Sebaliknya, warga yang tinggal di wilayah lebih berkembang mengalami guncangan emosional lebih dalam. Kehilangan aset, usaha, dan pekerjaan membuat proses pemulihan psikologis mereka berjalan lebih lambat.
Menurut Anna, perbedaan ini berkaitan erat dengan cara pandang terhadap kehilangan. Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih cepat beradaptasi ketika harta benda mereka lenyap diterjang banjir.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki respons berbeda terhadap bencana. Besarnya dampak tidak hanya ditentukan oleh lokasi tempat tinggal, tetapi juga oleh pengalaman kehilangan dan dukungan sosial yang dimiliki penyintas.
Dalam pendampingan di lapangan, para relawan melakukan penyaringan awal untuk mengidentifikasi penyintas dengan indikasi trauma berat. Pendekatan pemulihan dilakukan melalui layanan psikososial yang bertujuan membantu mereka kembali terhubung dengan lingkungan sekitar.
"Yang paling penting adalah mereka merasa tidak sendiri dan tetap memiliki dukungan dari lingkungan," ujar Anna, menekankan bahwa pemulihan psikologis membutuhkan waktu dan tidak bisa berlangsung instan.
Penerjunan relawan TCK di Aceh merupakan bagian dari program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI untuk memperkuat layanan kesehatan pascabencana banjir, termasuk dukungan kesehatan mental bagi masyarakat terdampak.
Transparansi Data dan Hak Sanggah Warga
Di tengah upaya pemulihan psikologis, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga bergerak cepat memastikan validitas data penerima bantuan perbaikan rumah. Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil meminta masyarakat korban banjir dan longsor untuk proaktif memeriksa pengumuman hasil verifikasi dan validasi data kerusakan rumah tahap I yang telah ditempel di setiap gampong atau desa.
Ikuti Whatsapp Channel Republika
sumber : Antara
Advertisement
Psikolog klinis
Anna Aulia
Relawan TCK
Tim Cadangan Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI
Kemenkes RI
Daya tahan psikologis
Warga desa
Warga kota
Dampak banjir
Banjir Aceh Tamiang
Penyintas bencana
Kecamatan terpencil
Pusat kota
Guncangan emosional
Kehilangan aset
Kehilangan usaha
Kehilangan pekerjaan
Pemulihan psikologis
Cara pandang terhadap kehilangan
Hidup dengan keterbatasan
Adaptasi pascabencana
Respons individu terhadap bencana
Pengalaman kehilangan
Dukungan sosial
Penyaringan awal
Trauma berat
Pemulihan trauma
Layanan psikososial
Terhubung dengan lingkungan
Waktu pemulihan
Tidak merasa sendiri
Dukungan lingkungan
Penerjunan relawan
Program pemerintah
Layanan kesehatan pascabencana
Kesehatan mental
Bencana banjir Aceh
Aceh Utara
Bupati Aceh Utara
Ismail A Jalil
Ayah Wa
Wakil Bupati Aceh Utara
Tarmizi Panyang
Korban banjir
Korban longsor
Pengumuman verifikasi
Validasi data
Data kerusakan rumah
Tahap I
Gampong
Desa
Banda Aceh
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
BNPB
Akurasi data
Bantuan perbaikan rumah
Bantuan BNPB
Rapat evaluasi
16 Februari 2026
Hak sanggah
Ketidaksesuaian data
Rumah rusak berat
Rumah rusak sedang
Rumah rusak ringan
Verifikasi kecamatan
Kecamatan Tanah Jambo Aye
Kecamatan Sawang
Kecamatan Muara Batu
Kecamatan Seunuddon
Kecamatan Langkahan
Proses verifikasi
Pemadanan data
Tim teknis
Transparansi data
Uji publik
Tiga hari uji publik
Pengeras suara
Daftar nama
Lokasi strategis
Formulir sanggahan
Geuchik
Kepala Desa
Camat
Berita Terkait
Ameera - 18 March 2026, 12:51
Kemenkes Bongkar Rahasia Waras Hadapi Pertanyaan 'Horor' Keluarga Saat Lebaran
News - 05 March 2026, 19:43
Satu Korban Ledakan Petasan Ponorogo Meninggal Setelah Dirawat Empat Hari
Khazanah - 17 February 2026, 17:26
Mahasiswa STIK-PTIK Rayakan Tradisi Meugang Bersama Korban Banjir Aceh Utara
News - 17 February 2026, 08:04
Ramadhan Tanpa Rumah, Tanpa Kuburan Ayah
News - 13 February 2026, 22:54
Tiga Perpustakaan di Aceh, Babel, dan Kaltim Pacu Literasi dengan Inovasi dan Akreditasi
News - 01 February 2026, 18:30
Rentetan Bencana Melanda Indonesia Dua Hari Terakhir
Rejabar - 26 January 2026, 13:56
KDM Beri Uang Kontrakan dan Santunan Korban Longsor Cisarua
News - 21 January 2026, 11:05
Banjir dan Longsor di Aceh hingga Sumbar, BNPB Catat 1.200 Korban Meninggal
Berita Lainnya
Ameera - Rabu , 27 May 2026, 11:19 WIB
Rin Culinary Art, Saat Seni Jepang dan Rasa Italia 'Jatuh Cinta' pada Bahan Lokal
Ameera - Rabu , 27 May 2026, 09:18 WIB
Deteksi Dini Penyakit tidak Menular di Cirebon Masih Rendah
Ameera - Rabu , 27 May 2026, 08:39 WIB
Waspada Kontaminasi Bakteri! Simak Cara Distribusi Daging Kurban yang Aman dan Higienis
Ameera - Rabu , 27 May 2026, 08:34 WIB
Tak Cukup Ijazah, ini 10 Kemampuan yang Buat Fresh Graduate Langsung Dilirik Perusahaan
Ameera - Selasa , 26 May 2026, 21:49 WIB
Pikir Dua Kali untuk Bikin Tabungan Nikah Bersama, Ini Alasannya




