Wamenlu RI dan Menlu Mesir Bahas KTT D-8 dan Rencana Lawatan Al-Sisi
Sumber Foto: Borneonews
Internasional

Wamenlu RI dan Menlu Mesir Bahas KTT D-8 dan Rencana Lawatan Al-Sisi

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta (kiri) saat melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty di Kairo, Mesir, pada Kamis (5/2/2026). (ANTARA/HO-Kemlu RI)

Mereka membahas rencana kunjungan Presiden Mesir ke Indonesia hingga koordinasi di tingkat organisasi Developing Eight (D-8).

BORNEONEWS, Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Badr Abdelatty di Kairo, Mesir, pada Kamis (5/2), guna membahas sejumlah hal penting.

Mereka membahas rencana kunjungan Presiden Mesir ke Indonesia hingga koordinasi di tingkat organisasi Developing Eight (D-8).

Menurut keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, diterima di Jakarta, Jumat, Wamenlu Anis dan Menlu Abdelatty membahas usulan agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang dilaksanakan di bawah keketuaan Indonesia dan akan digelar di Jakarta pada April 2026.

Dalam kesempatan yang sama, keduanya membahas rencana kunjungan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi ke Indonesia untuk menghadiri KTT D-8, serta rencana kunjungan awal yang akan dilakukan Abdelatty ke Indonesia dalam waktu dekat.

Kedua pejabat tinggi tersebut juga menekankan pentingnya upaya perdamaian bagi rakyat Palestina dalam kunjungan kehormatan.

Di samping menemui Menlu Abdelatty, Wamenlu Anis bertemu dengan Asisten Menteri Luar Negeri Mesir untuk urusan Asia Pasifik, Mohsen Hamza, di mana mereka membahas persiapan teknis kunjungan Presiden Mesir ke RI dan rencana pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

Anis dan Hamza juga membahas isu strategis kerja sama bilateral, antara lain politik, perdagangan dan investasi, sosial-budaya, perlindungan WNI di Mesir, serta perkembangan geopolitik kawasan dan perdamaian di Palestina.

Menurut Kemlu RI, kedua pertemuan tersebut berlangsung hangat dan produktif serta menghasilkan sejumlah kesepakatan yang akan ditindaklanjuti untuk memperkuat kerja sama bilateral.

Negara anggotanya meliputi Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Organisasi ini dibentuk untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan pembangunan demi menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Terkait persiapan menjadi tuan rumah KTT D-8, Menlu RI Sugiono mengatakan bahwa Indonesia akan mendorong tercapainya kerja sama konkret, khususnya dalam penguatan ekonomi antarnegara anggota, melalui agenda tersebut.

"Kita sedang menyusun substansinya. Intinya adalah bagaimana menjadikan KTT kali ini sebagai satu yang sifatnya konkret ya. Kemudian ada hasil-hasil yang nyata," ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2).

ANTARA