Utang Luar Negeri Indonesia Mencapai US$444 Miliar, Tumbuh 2,1%
Sumber Foto: DDTCNews
Internasional

Utang Luar Negeri Indonesia Mencapai US$444 Miliar, Tumbuh 2,1%

Cakra Media - Utang luar negeri Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar US$444,4 miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 2,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menurut laporan dari Bank Indonesia (BI).

Awal Kejadian

Peningkatan utang luar negeri ini didorong oleh pertumbuhan utang luar negeri pemerintah dan bank sentral. Sementara itu, utang luar negeri swasta masih mengalami kontraksi.

Perkembangan

Posisi utang luar negeri pemerintah pada Mei 2026 mencapai US$217,3 miliar, tumbuh 3,7%. Menurut BI, peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Utang luar negeri pemerintah dimanfaatkan untuk mendukung sektor kesehatan dan kegiatan sosial (22%), administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial (20,6%), pendidikan (16,2%), konstruksi (11,5%), serta transportasi dan pergudangan (8,5%). Sementara itu, utang luar negeri bank sentral juga mengalami peningkatan karena kenaikan kepemilikan non-residen terhadap sekuritas rupiah.

Kondisi Terakhir

Posisi utang luar negeri swasta tercatat sebesar US$195,9 miliar, dengan kontraksi tipis 0,1%. Kontraksi ini terutama disebabkan oleh kelompok peminjam lembaga keuangan yang mencatatkan penurunan tahunan sebesar 0,8%. Utang luar negeri swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan, yang mencapai 79,9% dari total utang luar negeri swasta. BI dan pemerintah berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan utang luar negeri guna menjaga kesehatan struktur utang dan mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.