Transformasi Digital Cetak Tekstil Dorong Keberlanjutan dan Pertumbuhan Fesyen
Marketing.co.id – Berita Retail | Epson mendorong transformasi industri fesyen Asia Tenggara melalui teknologi digital dye-sublimation yang mempercepat pertumbuhan bisnis tekstil bernilai tinggi dan berkelanjutan. Laporan International Data Corporation (IDC) menyoroti pergeseran strategi pelaku industri dari metode sablon konvensional menuju solusi cetak digital yang lebih adaptif terhadap permintaan pasar.
Dalam lanskap fesyen yang semakin terdorong personalisasi, teknologi ini membuka peluang ekspansi ke segmen sportswear, homeware, hingga footwear. Permintaan kustomisasi dan keberlanjutan menjadi faktor kunci. IDC mencatat pengiriman printer digital dye-sublimation di Asia Pasifik meningkat dari kurang 1.500 unit pada 2017 dan diproyeksikan melampaui 3.000 unit pada 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan respons industri terhadap tekanan biaya, ekspektasi pelanggan, serta kebutuhan produksi yang lebih fleksibel.
Dari perspektif ekonomi bisnis, investasi pada digital dye-sublimation menghasilkan akselerasi pendapatan signifikan. Perusahaan yang mengadopsi teknologi ini mencatat pertumbuhan delapan kali lebih cepat dibanding metode tradisional, dengan rata-rata kenaikan 8,4% dalam dua tahun. Skema produksi on-demand memungkinkan brand mengurangi risiko stok, menekan minimum order, serta meningkatkan margin melalui diversifikasi desain dalam satu batch produksi.
Lonjakan Sportswear dan Apparel Aktif
Industri fesyen juga terdorong tren gaya hidup aktif. Sekitar 81% penyedia layanan cetak melayani pasar apparel dan sportswear berbahan polyester, material yang kompatibel dengan dye-sublimation. Selain itu, 52% responden melaporkan peningkatan pengalaman pelanggan berkat waktu produksi lebih cepat dan kemampuan menghasilkan desain kompleks. Hal ini memperkuat positioning brand lokal untuk bersaing di pasar regional.
Keberlanjutan Jadi Strategi Bisnis
Aspek keberlanjutan menjadi variabel strategis. Tujuh dari sepuluh penyedia layanan menjadikan sustainability sebagai prioritas bisnis, bahkan meningkat menjadi 88% pada perusahaan yang sepenuhnya mengadopsi teknologi ini. Proses digital dye-sublimation dinilai lebih hemat air dan mengurangi paparan bahan kimia, sekaligus meningkatkan keselamatan kerja.
Lina Mariani, Head of Vertical Business Epson Indonesia, menyatakan bahwa digital dye-sublimation bukan sekadar ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang pasar bernilai tinggi dan meningkatkan daya saing industri cetak tekstil Asia Tenggara. Pernyataan ini menegaskan bahwa transformasi teknologi dalam fesyen kini bukan lagi opsi, melainkan strategi pertumbuhan jangka panjang berbasis efisiensi dan keberlanjutan.
Ke depan, akselerasi adopsi teknologi cetak digital diperkirakan akan menjadi faktor pembeda utama bagi brand fesyen yang ingin menjaga profitabilitas sekaligus memenuhi tuntutan pasar yang semakin dinamis dan sadar lingkungan.




