SMK Go Global: Persiapan Tenaga Kerja Terampil untuk Pasar Internasional
Sumber Foto: Inilah.com
Internasional

SMK Go Global: Persiapan Tenaga Kerja Terampil untuk Pasar Internasional

Cakra Media - Pemerintah serius menggarap ekspor tenaga kerja terampil agar tak melulu dikenal sebagai pengirim pekerja kasar. Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, langsung tancap gas meminta para duta besar untuk memetakan pasar kerja global khusus bagi lulusan SMA dan SMK.

Cak Imin tak mau buang waktu. Ia menggandeng Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk segera melakukan audit kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara penempatan.

“Saya dan Pak Menteri P2MI akan segera rapat dengan duta-duta besar melalui online maupun langsung menyangkut prospek pasar dan persiapan pemberangkatan tenaga kerja skilled, minimal lulusan SMK dan SMA,” tegas Cak Imin di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026).

Targetnya anak muda Indonesia harus masuk ke sektor yang menjanjikan gaji besar, perlindungan mumpuni, dan karier yang jelas. Karena itu, Cak Imin menodong para diplomat di luar negeri untuk segera setor laporan soal skema rekrutmen yang bisa dieksekusi.

“Agar masing-masing duta besar melaporkan kepada kami berdua berapa persiapan tenaga pekerja migran kita yang bisa direkrut,” ujarnya.

Urusan hulu pun disisir. Cak Imin memastikan pemerintah hanya akan mengirim mereka yang minimal berijazah SMA atau SMK. Lembaga pelatihan dan pendidikan vokasi, baik milik swasta maupun kementerian, kini tengah diverifikasi ketat agar skill yang dihasilkan nggak memalukan di pasar internasional.

“Termasuk kita sedang menyiapkan skill melalui verifikasi lembaga-lembaga pelatihan, lembaga pelaksanaan pendidikan vokasi yang dimiliki para pengusaha dan swasta, juga yang dimiliki kementerian dan lembaga negara,” jelas Cak Imin.

Sektor-sektor "basah" seperti tenaga las (welder), perhotelan, hingga tenaga kesehatan jadi prioritas utama. Biar sinkron, kurikulum SMK juga bakal dirombak total agar sesuai dengan sertifikasi internasional dan kebutuhan industri di luar sana.

“Kita akan minta supaya SMK yang memang menyiapkan pekerja migran di luar negeri mengikuti standar dan sertifikat yang menjadi satu ekosistem antara lembaga pelatihan, sertifikasi, dan pembiayaan pelatihan,” pungkasnya.

Program ambisius ini sejatinya bukan barang baru, karena sudah resmi dimulai sejak Desember lalu. SMK Go Global dirancang sebagai langkah strategis untuk menyiapkan ratusan ribu pekerja migran Indonesia yang kompeten dan berdaya saing internasional.

Peluncuran (kick off) program tersebut dilakukan oleh Menko Cak Imin bersama Menteri P2MI Mukhtarudin dalam rangkaian peringatan Hari Pekerja Migran Internasional (HPMI) 2025 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Targetnya mampu mencetak 500.000 pekerja migran lulusan SMA dan SMK yang siap bertarung di luar negeri, khususnya di sektor formal. Sebagai bukti keseriusan, kala itu pemerintah bahkan sudah melepas 1.035 pekerja migran terampil ke berbagai negara sebagai contoh konkret implementasi awal "SMK Go Global".