Rumah Sakit Baru Siap Kurangi WNI Berobat ke Luar Negeri
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meyakini keberadaan rumah sakit baru yang tengah digarap pemerintah, secara otomatis akan mengurangi jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang berobat ke luar negeri.
Menkes mengklaim nantinya sebanyak 80 persen penyakit yang dialami masyarakat Indonesia bisa diobati di rumah sakit tersebut. “Otomatis, ya, 80 persen penyakit kalau bisa selesai di sana. Enggak usah dirujuk-rujuk lagi ke mana pun, termasuk ke luar negeri,” kata Budi dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Kamis, 5 Februari 2026.
Mantan Direktur Bank Mandiri itu mengatakan terdapat 22 rumah sakit baru di daerah terpencil yang akan segera diresmikan. Sebanyak 16 rumah sakit telah selesai dibangun, kemudian 6 sisanya rampung pada April 2026.
Rumah sakit yang akan segera diresmikan itu merupakan rumah sakit tipe C atau fasilitas madya. Rumah sakit ini memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap. Ia berujar, terdapat tujuh layanan spesialis yang akan ada di setiap rumah sakit, antara lain, dokter spesialis obgyn, spesialis bedah, dokter anestesi, radiologi, patologi klinik, dan spesialis penyakit dalam.
Tak hanya itu, Kemenkes juga melengkapi rumah sakit tersebut dengan peralatan medis senilai Rp 20 miliar per lokasi. Adapun beberapa rumah sakit baru itu berada di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara; Bengkulu Tengah; Toraja Utara, Sulawesi Selatan; Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau; dan sejumlah rumah sakit di daerah terpencil lainnya.
Nantinya, kata Budi, rumah sakit tersebut akan diisi oleh dokter-dokter dari Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PDGS). Kemudian beberapa tenaga medis lainnya akan diambil dari dokter di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan yang akan ditugaskan secara bergilir.




