Rincian Biaya Beasiswa LPDP untuk Studi Luar Negeri
Cakra Media - Jakarta: Alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas tengah menuai polemik setelah mengunggah konten di media sosial terkait kewarganegaraan anaknya. Kasus tersebut kemudian berbuntut panjang, setelah pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menuntut pertanggungjawaban finansial untuk mengembalikan dana beasiswa.
Lantas, sebetulnya seberapa besar dana negara yang dialokasikan untuk membiayai studi penerima beasiswa ke luar negeri. Mengutip laman resmi LPDP, berikut rinciannya:
Komponen dana Beasiswa LPDP
1. Dana pendidikan
Terdapat sejumlah dana yang ditanggung pemerintah untuk mendukung studi S1 dan S2 penerima beasiswa LPDP di luar negeri, diantaranya;
Dana pendidikan: At cost
Dana pendaftaran: At cost
Dana tunjangan buku: Maksimal Rp10 juta/per tahun.
Dana bantuan penelitian tesis/disertasi: Maksimal Rp40 juta untuk tesis dan Rp100 juta (disertasi).
Dana bantuan seminar/konferensi internasional: Maksimal Rp15 juta.
Dana bantuan publikasi Jurnal Internasional: Maksimal Rp25 juta.
2. Biaya pendukung
Pemerintah juga turut menanggung komponen biaya hidup untuk menunjang kebutuhan penerima beasiswa (awardee) di luar negeri, diantaranya:
Dana hidup bulanan
Penerima beasiswa LPDP turut mendapatkan biaya hidup bulanan yang disesuaikan dengan negara studi, diantaranya:
Afrika Selatan: USD 920.
Amerika Serikat: USD 2.100 - 2.600.
Arab Saudi: SAR 3.100.
Argentina: USD 700.
Australia: AUD 2500 - 2800.
Austria: EUR 1.200.
Belanda: EUR 1.500.
Belarus: USD 520.
Belgium: EUR 1.500.
Brazil: BRL 2.500.
Denmark: EUR 1.600.
Finlandia: EUR 1.200.
India: INR 33.400.
Inggris: GBP 1.500 - 1.900.
Jepang: JPY 170.000 - 195.000.
Canada: CAD 2.300 - 2.900.
Korea Selatan: KRW 1.500.000
Malaysia: MYR 2.700.
Mesir: USD 880.
(Surya Mahmuda)




