Prabowo Soroti Pejabat Studi Banding Saat Liburan
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menyindir pejabat yang gemar melakukan studi banding ke luar negeri.
Studi banding itu seolah sia-sia, lantaran dilakukan saat musim liburan ketika tidak ada satupun pejabat setempat yang bisa diajak berdiskusi.
Ia bahkan menemukan kasus studi banding soal pengentasan kemiskinan di Australia.
Padahal negara itu adalah salah satu dari sepuluh negara terkaya di dunia.
Hal ini diungkapkan Prabowo saat menghadiri acara Business Summit dengan US Chamber of Commerce dalam kunjungannya ke Washington D.C, Amerika Serikat (AS), Rabu (18/2/2026) waktu setempat.
"Dan lucunya, saat mereka mengirim tim ke sana, saya dengar dari teman-teman saya di Australia, saat itu sedang musim Paskah. Orang Australia sedang libur, jadi tidak ada orang yang bisa diajak diskusi," kata Prabowo dikutip dari tayangan Kompas TV, Kamis (19/2/2026).
Prabowo mengungkapkan, ia juga mendapatkan laporan ada pejabat yang melakukan studi banding ke Jepang dengan kasus sama.
Studi banding itu dilakukan pada tanggal 20 Desember 2025 ketika musim libur di Negeri Sakura.
"Ada juga laporan tim studi banding ke Jepang sekitar tanggal 20 Desember, saat itu sudah masa Natal," ucap dia.
Kepala Negara menilai, masalah di dalam negeri sudah jelas terlihat tanpa perlu studi banding berlebihan.
Oleh karenanya, ia mencoba merasionalisasikan masalah studi banding ini dengan memangkas uang perjalanan dinas.
Dengan begitu, tidak ada lagi pejabat yang berlibur dengan alasan studi banding.
"Hal-hal seperti ini terjadi, dan saya bertekad untuk bersikap rasional," ungkap dia.
Berkat upayanya, ia mampu menghemat anggaran negara senilai 18 miliar dollar AS dalam beberapa bulan sejak memimpin.
Penghematan ini persis seperti yang dilakukan pemerintah AS melalui Department of Government Efficiency (DOGE).




