Prabowo Sapa Warga Nahdliyin dari Atas Maung di Acara Satu Abad NU
Liputan6.com, Jakarta - Ada momen menarik saat Presiden Prabowo Subianto menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Prabowo menyapa warga Nahdliyin dari atas mobil atau sunroof mobil Maung RI-1 miliknya.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, iring-iringan Prabowo tiba di sekitar Stadion Gajayana sekitar pukul 06.45 WIB. Prabowo pun keluar dari atas Maung bewarna putih sembari melambaikan tangan kepada warga NU yang berkumpul di luar maupun dalam Stadion Gajayana.
Mobil Maung Prabowo ikut masuk ke dalam area Stadion Gajayana. Dia turut melambaikan tangan kepada ribuan warga Nahdiyin dari atas Maung. Kehadiran Prabowo disambut antusias oleh warga NU.
Mereka turut melambaikan tangannya kepada Prabowo. Para jemaah yang ada di tribun maupun di lapangan tampak berdiri dan bertepuk tangan untuk menyambut Prabowo.
Tak hanya itu, para jemaah juga antusias menyalami Prabowo. Melihat itu, Prabowo turut menyalami para jemaah serta para ulama NU yang hadir.
Sejumlah pejabat negara turut hadir yakni, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri.
Kemudian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, hingga Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Mujahadah Kubro Satu Abad NU
Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama merupakan refleksi historis atas peran NU dalam perjalanan bangsa.
Dengan mengangkat tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, Kontribusi, dalam Mengembangkan Peradaban”, Mujahadah Kubro satu abad NU memiliki lima tujuan strategis, antara lain sebagai wadah konsolidasi, peningkatan pemahaman budaya pesantren, pengembangan budaya dan peradaban, penguatan komitmen kebangsaan, serta pelestarian tradisi dan spiritualitas.
Kelima tujuan strategis tersebut lebih luas lagi berorientasi untuk memperkokoh gerak langkah dan eksistensi NU untuk mendukung keberlangsungan bangsa di tengah dinamika global. Hal ini menjadikan Mujahadah Kubro sebagai ruang doa dan harapan bagi bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dalam menjaga NKRI serta mendukung agenda pembangunan nasional.




