Peluncuran Kamus Digital Bahasa Makassar untuk Generasi Muda
Hingga 2025 Badan Bahasa telah merevitalisasi 120 bahasa di seluruh Indonesia dan menyusun 228 kamus bahasa daerah sebagai upaya pelindungan jati diri budaya
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen meluncurkan Program Kamus Masuk Sekolah versi Kamus Digital Bahasa Makassar-Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris sebagai upaya pelindungan dan revitalisasi bahasa daerah melalui pemanfaatan teknologi digital, guna menjangkau generasi muda.
“Generasi muda menjadi fokus kali ini karena generasi inilah yang memiliki sarana ekspresi yang paling kuat dengan segala kemudahan teknologi informasi yang dikuasainya. Tujuan dari pelibatan generasi muda adalah agar bahasa ibu tidak menjadi asing dari keseharian mereka,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Kamis.
Kepala Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Hafidz Muksin menambahkan bahasa ibu memiliki nilai krusial dalam membentuk identitas bangsa.
“Hingga 2025 Badan Bahasa telah merevitalisasi 120 bahasa di seluruh Indonesia dan menyusun 228 kamus bahasa daerah sebagai upaya pelindungan jati diri budaya,” ujarnya.
Kamus Digital Bahasa Makassar yang dikembangkan bersama BASAsulsel Wiki ini memuat 4.358 entri kosakata.
Berbeda dengan kamus konvensional, aplikasi ini dirancang sebagai “kamus hidup” yang memungkinkan masyarakat mengajukan penambahan kosakata baru secara partisipatif.
Setiap usulan, kata dia, akan diverifikasi oleh tim ahli dari Badan Bahasa sebelum resmi ditambahkan.
Untuk menarik minat pelajar, lanjutnya, kamus ini dilengkapi berbagai fitur modern, mulai dari terjemahan yang mencakup Bahasa Makassar, Indonesia, dan Inggris, hingga dukungan multimedia berupa video pelafalan untuk membantu pengguna memahami pengucapan serta konteks penggunaan kata secara akurat.
Selain itu fitur kuis interaktif turut dihadirkan sebagai media pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan bagi siswa.
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, pihaknya juga melakukan penandatangan Nota Kesepakatan (MoU) dengan Kota Makassar mengenai Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra yang berlaku selama lima tahun ke depan.
Pada kesempatan yang sama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan kamus ini merupakan sarana vital untuk memperkuat identitas lokal pada era globalisasi.
Dukungan penuh juga datang dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar yang akan segera menyosialisasikan penggunaan aplikasi ini di seluruh satuan pendidikan.
Kepala Disdik Kota Makassar Achi Soleman menegaskan pentingnya aplikasi ini agar anak-anak Makassar tidak kehilangan jati dirinya.
Setelah peluncuran, siswa SD dan SMP mengikuti uji coba Kamus Digital Bahasa Makassar dan menunjukkan antusiasme saat menjajal fitur pencarian kosakata serta kuis interaktif.




