Pedro Pascal Dituding Melecehkan, Kontroversi Sentuhan Fisik Picu Perdebatan
Cakra Media - TULUNGAGUNG - Kontroversi Pedro Pascal kembali mencuat di tengah puncak popularitasnya di Hollywood. Aktor yang tengah bersinar lewat Fantastic 4 dan sejumlah proyek besar lainnya itu kini jadi sasaran tudingan miring, mulai dari gestur fisik berlebihan hingga dugaan pelecehan. Kontroversi Pedro Pascal ini pun memecah opini publik di media sosial.
Nama Pedro Pascal memang sedang berada di fase oversaturation alias terlalu sering muncul di layar lebar maupun platform streaming. Namun, di balik kesuksesan kariernya, kontroversi Pedro Pascal justru semakin meluas. Ia dituding kerap menunjukkan gestur physical touch yang dianggap melewati batas kepada rekan artis perempuan.
Isu ini mencuat kembali saat tur promosi film Fantastic 4: First Steps. Dalam sejumlah kesempatan, Pedro Pascal terlihat beberapa kali menyentuh, merangkul, hingga menunjukkan kedekatan fisik dengan Vanessa Kirby yang diketahui telah bertunangan dan sedang hamil.
Gestur Fisik yang Picu Perdebatan
Awalnya, momen kebersamaan Pedro Pascal dan Vanessa Kirby dianggap wajar sebagai chemistry antarlawan main. Namun karena terjadi berulang kali dalam berbagai wawancara dan acara publik, sebagian netizen mulai mempertanyakan batas kewajaran gestur tersebut.
Narasi yang berkembang di internet menyebut, bagaimana jika posisi itu dibalik dan pasangan sendiri disentuh pria lain secara terbuka? Dari situ, video-video lama kembali diangkat. Salah satunya momen saat Pedro menghadiri acara Hollywood Walk of Fame Willem Dafoe dan terlihat menyentuh dagu istri sang aktor.
Tak hanya itu, saat promosi film Materialists bersama Dakota Johnson, Pedro juga sempat terlihat mencium tangan lawan mainnya. Adegan tersebut memicu tudingan bahwa ia terlalu “touchy” di depan publik. Bahkan, interaksinya dengan Sarah Paulson yang telah bersahabat lebih dari 30 tahun pun ikut disorot.
Dari rangkaian kejadian ini, sebagian warganet menyimpulkan bahwa Pedro Pascal berpotensi terjerat isu pelecehan seksual. Meski demikian, tak sedikit pula yang menilai tudingan itu berlebihan dan terkesan framing.
Anxiety Disorder dan Pembelaan dari Rekan Kerja
Pedro Pascal secara terbuka pernah mengakui memiliki gangguan kecemasan saat tampil di depan umum. Ia menyebut bahwa kontak fisik dengan orang terdekat bisa membantunya tetap tenang dan terhindar dari serangan panik.
Pernyataan ini justru memunculkan perdebatan baru. Kritikus bertanya, mengapa gestur tersebut lebih sering terlihat kepada rekan perempuan? Namun pembela menyebut Pedro juga kerap menunjukkan kedekatan fisik dengan aktor pria seperti Oscar Isaac, Ethan Hawke, hingga Paul Mescal.
Soal Vanessa Kirby, aktris tersebut pernah mengungkap bahwa dirinya juga memiliki kecemasan serupa. Dalam sebuah wawancara, ia menyebut kedekatan mereka saling membantu untuk tetap nyaman selama tur promosi.
Begitu pula dengan klip bersama Willem Dafoe. Dalam video versi lengkap, suasana tetap akrab setelah momen yang dipersoalkan tersebut. Hal ini memperkuat anggapan bahwa potongan video pendek di media sosial kerap kehilangan konteks.
Sorotan Politik dan “Paradoks Popularitas”
Kontroversi Pedro Pascal tak bisa dilepaskan dari sikap politiknya yang vokal. Ia secara terbuka mendukung komunitas LGBT, mengkritik J.K. Rowling, menyindir pendukung Donald Trump, hingga menyuarakan dukungan untuk Palestina. Sikap ini membuatnya dicintai sebagian pihak, namun juga dibenci kelompok lain.
Latar belakang keluarga Pedro Pascal yang pernah melawan rezim diktator Augusto Pinochet di Chile turut membentuk karakter vokalnya. Ia tumbuh sebagai anak imigran di Amerika Serikat dan mengalami diskriminasi sejak kecil.
Pengamat pop culture menyebut situasi ini sebagai “paradoks popularitas”. Ketika seorang aktor terlalu sering muncul dan semakin sukses, jumlah penggemar memang meningkat, tetapi pembenci pun ikut bertambah.
Fenomena serupa pernah dialami sejumlah aktor Hollywood lain yang dianggap terlalu mendominasi layar. Paparan berulang dapat memicu kejenuhan, lalu berkembang menjadi persepsi negatif yang membesar di ruang digital.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Pedro Pascal terkait tudingan pelecehan yang diarahkan kepadanya. Namun sejauh ini, tidak ada laporan hukum ataupun gugatan resmi yang menguatkan narasi tersebut.
Di tengah polemik, kualitas akting Pedro Pascal tetap mendapat apresiasi. Dari Game of Thrones, Narcos, The Mandalorian, hingga The Last of Us, ia konsisten menunjukkan performa kuat yang membuat namanya diperhitungkan di industri.




