Museum Alam Pesisir Tengah Hadirkan Inovasi Digital dalam Pameran
Mendigitalkan spesimen untuk presentasi visual dan menarik.
Setelah melalui periode renovasi dan peningkatan, Museum Alam Pesisir Tengah baru saja membuka ruang pameran baru, yang disusun berdasarkan pendekatan ilmiah dan koheren, dengan kisah alam sebagai pusatnya.
Bapak Le Nguyen Thoi Trung, Wakil Direktur yang bertanggung jawab atas Museum Alam Pesisir Tengah, mengatakan bahwa pembangunan ruang pameran baru ini terkait dengan orientasi pengembangan museum untuk menjadi lembaga sains dan teknologi modern, dengan transformasi digital dan inovasi sebagai fondasinya. "Setiap ruang pameran tidak hanya memperkenalkan spesimen tetapi juga menceritakan kisah tentang alam, membantu pengunjung mengakses pengetahuan dengan mudah, memahami lebih dalam nilai sumber daya, keanekaragaman hayati, dan pentingnya konservasi," ujar Bapak Trung.
Yang menarik, museum ini telah mengintegrasikan ruang pengalaman teknologi VR360, yang memungkinkan pengunjung untuk "masuk" ke dalam ekosistem hutan dan habitat alami melalui gambar virtual. Format ini membantu pengunjung mengakses pengetahuan tentang alam secara visual, jelas, ilmiah, dan edukatif, sekaligus meningkatkan interaksi dan menumbuhkan antusiasme belajar.
Salah satu hal penting lainnya dalam transformasi digital museum ini adalah digitalisasi sistem spesimennya. Hingga saat ini, museum telah mendigitalisasi lebih dari 1.000 koleksi, termasuk banyak spesimen langka dan berharga. Setiap spesimen diberi kode QR, memungkinkan pengunjung untuk memindai dan mengakses informasi detail menggunakan ponsel pintar mereka. Informasi spesimen tidak terbatas pada teks; informasi tersebut disajikan melalui gambar, video, dan narasi audio, yang memberikan informasi komprehensif tentang nama spesimen, karakteristik pengenal, distribusi, ekologi, dan habitatnya. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk secara proaktif mempelajari lebih lanjut sesuai kebutuhan mereka, daripada hanya menerima informasi secara pasif seperti sebelumnya.
Nguyen Thuy Nhien, seorang siswa dari SMA Hai Ba Trung, berbagi: "Ketika saya memindai kode QR, saya dapat melihat lebih banyak gambar dan video, yang membantu saya memahami berbagai hal secara lebih mendalam. Oleh karena itu, mengunjungi museum menjadi lebih menarik dan tidak membosankan seperti hanya membaca papan informasi dan melihat pameran."
Bersama dengan VR/AR, penerapan pemetaan 3D dalam membangun "Museum Alam Digital" memungkinkan sekolah dan pusat pendidikan untuk melakukan tur daring dan "kunjungan pendahuluan" sebelum menyelenggarakan kunjungan lapangan yang sebenarnya. Hal ini tidak hanya menghemat waktu dan biaya, tetapi juga meningkatkan efektivitas kegiatan pendidikan berbasis pengalaman.
Menyelesaikan "Museum Sejarah Alam Digital"
Dengan lebih dari 6.000 spesimen, Museum ini secara bertahap membangun sistem koleksi yang bernilai ilmiah dan edukatif, yang mencerminkan karakteristik ekosistem hutan hujan tropis, laguna pesisir, dan sumber daya geologi regional. Dari perannya sebagai tempat penyimpanan spesimen, Museum ini secara bertahap menegaskan posisinya sebagai pusat ilmiah, pendidikan, dan komunikasi, menghubungkan penelitian dengan masyarakat dan berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran sosial tentang konservasi alam yang terkait dengan pembangunan berkelanjutan.
Dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, Museum terus meningkatkan "Museum Sejarah Alam Digital"-nya, membangun ruang pameran modern dan ramah publik. Bersamaan dengan investasi infrastruktur, Museum berfokus pada pembangunan basis data spesimen yang tersinkronisasi untuk secara efektif mendukung pengelolaan, pelestarian, inventarisasi, dan penelitian.
Menurut Bapak Duong Van Sy, Wakil Direktur Museum Alam Pesisir Tengah, pengembangan museum digital telah membuka ruang interaktif baru, membantu masyarakat memiliki pengalaman yang lebih mendalam dengan artefak dan kisah-kisah alam. Di masa mendatang, museum akan terus meningkatkan situs webnya, memperluas penggunaan kode QR, mendigitalisasi spesimen menggunakan teknologi 3D, dan berinvestasi pada layar interaktif untuk meningkatkan pengalaman realitas virtual bagi pengunjung.
Museum ini juga memperkuat hubungan dan kerja samanya dengan museum-museum dalam dan internasional untuk bertukar pengalaman, berbagi spesimen, melakukan penelitian ilmiah, dan menerapkan teknologi baru dalam pengumpulan, pengolahan, persiapan, dan penyajian spesimen. Inilah landasan bagi Museum Alam Pesisir Tengah untuk secara bertahap menegaskan perannya dalam jaringan museum modern, berkontribusi untuk mendekatkan pengetahuan alam kepada masyarakat di era digital.




