Literasi Digital: Kunci Cerdas Masyarakat di Era Teknologi
KBRN, Entikong: Tantangan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi menjadi perhatian serius, khususnya bagi dunia pendidikan dan masyarakat perbatasan. Arus informasi yang begitu cepat, termasuk maraknya hoaks dan penyalahgunaan media digital, menuntut masyarakat untuk semakin cerdas dan bijak dalam bermedia digital.
Menyikapi kondisi tersebut, pentingnya penguatan kecerdasan digital terus digaungkan melalui berbagai forum edukatif. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami, memilah, dan memanfaatkan informasi digital secara bertanggung jawab serta beretika.
Dosen PGSD STKIP Melawi Entikong, Tri Syamsijulianto menegaskan bahwa kecerdasan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga menyangkut aspek etika, keamanan, dan tanggung jawab sosial di ruang digital. Menurutnya, literasi digital menjadi bekal penting di era transformasi digital saat ini.
“Cerdas digital berarti mampu berpikir kritis terhadap informasi, memahami etika bermedia, serta menggunakan teknologi untuk hal-hal yang positif dan produktif,” ujar Tri Syamsijulianto dalam Obrolan Sore RRI Entikong, Rabu 4 Februari 2026.
Ia mengakui, masih banyak masyarakat termasuk pelajar yang rentan terpapar informasi menyesatkan akibat rendahnya kemampuan verifikasi informasi. Hal ini berpotensi menimbulkan dampak negatif, mulai dari kesalahpahaman hingga konflik sosial di masyarakat.
“Oleh karena itu, pendidikan literasi digital harus dimulai sejak dini, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Peran pendidik dan orang tua sangat strategis dalam membentuk karakter digital generasi muda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan kecerdasan digital juga perlu dilakukan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan media. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang sehat, aman, dan mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya di wilayah perbatasan.
Selain itu, kata Tri, masyarakat diimbau untuk tidak mudah membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat juga diminta lebih aktif memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan diri, pendidikan, dan peningkatan ekonomi kreatif.
“Cerdas digital adalah tanggung jawab bersama, dengan literasi digital yang baik, kita dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana kemajuan, bukan sumber masalah,” terang Tri.




