Lansia Jadi Penggerak Transformasi Digital di Komunitas
Di Kawasan Perumahan 11, Kelurahan Tay Ho ( Hanoi), Ibu Nguyen Thi Quang, Sekretaris Partai dan Kepala Tim Transformasi Digital, meskipun sudah berusia lebih dari 70 tahun, masih mahir menggunakan ponsel pintar untuk mengelola grup Zalo lingkungan, memantau umpan balik warga, dan secara langsung membimbing mereka dalam menginstal dan menggunakan aplikasi digital.
Awalnya, ketika ponsel pintar pertama kali diperkenalkan untuk layanan publik daring, banyak lansia yang ragu-ragu. Beberapa berpendapat, "Saya sudah terlalu tua, mengapa harus menggunakan teknologi?", lebih memilih membayar pajak atau menyelesaikan prosedur secara langsung. Ibu Quang dengan sabar menjelaskan manfaat spesifiknya: pengambilan informasi yang cepat, pembayaran pajak elektronik melalui eTax-Mobile, dan pelacakan hasil pemrosesan aplikasi tanpa perlu bolak-balik. Sikapnya yang ramah dan prestise sebagai Sekretaris Cabang Partai yang telah lama mengabdi membuat upaya persuasifnya lebih mudah diterima.
Bergabung dengan Tim Transformasi Digital lokal, Ibu Dang Thi Thanh yang berusia 78 tahun sangat aktif dalam kampanye membimbing masyarakat untuk menginstal aplikasi, meninjau, dan memperbarui data. Bahkan di hari hujan, anggota tim bekerja hingga larut malam untuk membantu warga menyelesaikan prosedur. Bagi banyak lansia, dibimbing langsung oleh seseorang dari generasi mereka sendiri telah menghilangkan perasaan rendah diri dan takut membuat kesalahan saat menggunakan teknologi.
Di Ninh Binh, model kelompok teknologi digital berbasis komunitas menciptakan platform yang luas untuk mendukung para lansia. Setelah penggabungan unit administrasi, Ninh Binh telah membentuk 4.654 kelompok teknologi digital berbasis komunitas dengan 36.139 anggota di 100% desa dan daerah pemukiman. Anggota kelompok-kelompok ini beragam, termasuk pejabat tingkat akar rumput, anggota serikat pemuda, anggota asosiasi perempuan, guru, pensiunan pejabat, dan lain-lain. Kombinasi energi dan pengalaman kaum muda membantu menjadikan kegiatan dukungan bagi masyarakat, khususnya para lansia, lebih efektif.
Ninh Binh telah membentuk 4.654 tim teknologi digital komunitas dengan 36.139 anggota di 100% desa dan wilayah pemukiman.
Di komune Dong Thai, sebuah wilayah dengan lebih dari 24.000 penduduk, terdapat 45 tim teknologi digital komunitas dengan lebih dari 400 anggota yang diberi tugas spesifik dan secara rutin hadir di Pusat Layanan Administrasi Publik komune untuk membimbing masyarakat dalam menggunakan layanan publik daring. Mulai dari membuat akun identitas elektronik, masuk ke Portal Layanan Publik, mengirimkan aplikasi daring hingga memeriksa hasil di ponsel pintar, setiap langkah dipandu secara detail.
Pada tahun 2025, komune tersebut menerima dan memproses hampir 5.000 permohonan prosedur administrasi melalui sistem pemrosesan prosedur administrasi daring; tingkat permohonan daring terus meningkat. Di balik angka-angka ini terdapat perubahan kebiasaan masyarakat, termasuk banyak lansia yang sebelumnya kurang berinteraksi dengan teknologi.
Di luar prosedur administratif, di komune Ý Yên (provinsi Ninh Bình), dengan lebih dari 53.300 penduduk, tim teknologi digital komunitas juga mendukung warga dalam menerapkan pembayaran tanpa uang tunai, membuat kode QR, dan mempromosikan produk di media sosial. Sekitar 85% penduduk menggunakan ponsel pintar, dan lebih dari 70% memiliki akun pembayaran tanpa uang tunai. Ini merupakan fondasi penting bagi para lansia untuk secara bertahap terbiasa dengan transaksi digital dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Kesamaan yang terdapat dalam model-model di Hanoi dan Ninh Binh adalah pendekatannya: dekat dengan masyarakat, fleksibel, dan gigih. Alih-alih propaganda umum, tim teknologi digital komunitas memilih motto "mendatangi rumah-rumah, memberikan bimbingan langsung." Bagi para lansia, bimbingan langsung dan berulang bila diperlukan merupakan faktor kunci dalam membantu mereka mengatasi hambatan psikologis dan keterampilan.
Meskipun menunjukkan hasil positif, proses transformasi digital untuk lansia masih menghadapi banyak tantangan. Sebagian besar anggota kelompok pendukung memiliki banyak peran; infrastruktur teknologi di beberapa daerah belum tersinkronisasi; dan aplikasi digital sering diperbarui dan antarmuka mereka berubah, sehingga memerlukan penyesuaian terus-menerus terhadap panduan yang diberikan. Namun, melalui pelatihan keterampilan digital tingkat lanjut yang diselenggarakan oleh Pusat Transformasi dan Komunikasi Digital Provinsi, kapasitas tenaga pendukung semakin diperkuat.
Dalam praktiknya, para lansia bukan lagi "titik lemah" dalam transformasi digital, tetapi menjadi mata rantai penting dalam jaringan untuk menyebarkan keterampilan digital di tingkat akar rumput. Ketika mereka dengan percaya diri menggunakan layanan publik daring, pembayaran elektronik, dan mencari informasi di ponsel mereka; ketika para pensiunan pejabat, ketua cabang, dan sekretaris partai yang berusia lebih dari 70 tahun masih dengan tekun membimbing sesama warga, transformasi digital benar-benar telah menjangkau setiap keluarga.
Transformasi digital bukan hanya kisah tentang teknologi, tetapi juga kisah tentang kepercayaan dan kolaborasi antar generasi. Dari gang-gang di Tay Ho hingga desa-desa di Ninh Binh, citra para lansia yang aktif belajar, berpartisipasi, dan menyebarkan keterampilan digital dengan jelas menunjukkan satu hal: ketika diberikan kondisi dan dukungan yang tepat, setiap warga negara, tanpa memandang usia, dapat menjadi peserta aktif dalam perjalanan membangun pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital.
Pusat Komunikasi Sains dan Teknologi




