Kunjungan Wisatawan China ke Jepang Menurun Jelang Imlek, Thailand dan Rusia Jadi Favorit
BEIJING, KOMPAS.TV - Wisata wan China yang akan melakoni liburan ke luar negeri jelang imlek dilaporkan akan meningkat secara signifikan.
Menurut agensi travel, destinasi popular seperti Rusia, Australia, Thailand, dan Korea Selatan bakal meningkat jelang imlek.
Namun, kunjungan wisatawan China ke Jepang merosot tajam.
China memperkirakan mengalami rekor 9,5 miliar perjalanan penumpang selama periode pariwisata 40 hari.
Jumlah tersebut naik dari 9.02 miliar pada tahun lalu, sejalan dengan seruan pejabat China yang mendorong lebih banyak wisatawan untuk melakukan kunjungan domestik atau berpetualang ke luar negeri.
“Thailand telah kembali menjadi destinasi wisata luar negeri terpopuler berkat cuacanya, sementara sebagian besar wilayah China masih dingin,” ujar Zhou Weihong, dari Spring Tour yang berbasis di Shanghai, dikutip dari Independent, Senin (16/2/2026).
Selain Thailand, Rusia tampaknya juga menjadi lokasi wisata favorit warga China.
Pemesanan perjalanan ke Rusia melalui Spring Tour mengalami peningkatan dua kali lipat, begitu juga ke Eropa Utara.
“Pada sisa tahun, kita mungkin melihat peningkatan travel China ke Rusia,” tutur Direktur Marketing dan Komunikasi Dragon Trail Research, Sienna Parulis-Cook.
Dia menghubungkan popularitas Rusia, dengan langkah Moskow pada bulan Desember untuk menghapus visa bagi pengunjung dari China.
Namun perbedaan signifikan, terjadi pada perjalanan wisata dari China ke Jepang.
Data penerbangan pada 2026, menunjukkan perjalanan ke Jepang telah menurun tajam di tengah hubungan yang tegang dan peringatan keselamatan dari China kepada para wisatawannya.
Hal itu yang kemudian berujung meluasnya kebiakan pengambilan dana dan perubahan untuk ke Jepang yang dialami maskapai penerbangan.
Berdasarkan data perjalanan Flight Master, pada pekan yang dimulai 2 Februari, penerbangan antara China dan Jepang turun 49.2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dan semua penerbangan telah dibatalkan pada 58 rute yang beroperasi selama Festival Musim Semi tahun lalu.




