FAPERTA UNIDA Kenalkan Inovasi IPM Digital di Konferensi Internasional Malaysia
Sumber Foto: Universitas Djuanda
Teknologi

FAPERTA UNIDA Kenalkan Inovasi IPM Digital di Konferensi Internasional Malaysia

Kuala Lumpur (30/1/2026) – Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menorehkan prestasi di forum ilmiah internasional. Dr. Muhammad Zainal Fanani, S.P. berpartisipasi sebagai pemakalah dalam The 6th International Conference on Sustainability in Technological, Environmental, Law, Management, Social and Economic Matters (ICOSTELM) 2026 yang digelar di Grand Hall Tabung Haji Tower & Universiti Geomatika Malaysia.

Konferensi yang merupakan bagian dari rangkaian ASEANACA International Conference ini mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas strategi inovatif menuju pembangunan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Dr. Muhammad Zainal Fanani mempresentasikan makalah berjudul: “Integrated Pest Management (IPM): Strategies and Innovations Towards the Achievement of the SDGs.”

Presentasi ini menyoroti bagaimana Pengendalian Hama Terpadu (PHT/IPM) tidak lagi hanya mengandalkan pendekatan konvensional, tetapi kini berkembang melalui inovasi teknologi digital, pemantauan berbasis sensor, sistem peringatan dini, serta pengambilan keputusan berbasis data untuk menekan ketergantungan pada pestisida kimia.

Dr. Fanani menjelaskan bahwa IPM modern menekankan keseimbangan ekosistem, efisiensi produksi, dan keamanan pangan, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 terkait Zero Hunger (ketahanan pangan berkelanjutan), SDG 12 terkait Responsible Consumption and Production, dan SDG 13 & 15 terkait Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim) dan Life on Land (penggunaan ekosistem darat yang berkelanjutan).

“Strategi IPM yang terintegrasi dengan teknologi digital memungkinkan petani melakukan deteksi dini hama, menentukan ambang ekonomi, serta memilih metode pengendalian yang paling ramah lingkungan dan efisien,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa penerapan IPM berbasis inovasi mampu menekan biaya produksi, mengurangi residu pestisida, meningkatkan kualitas hasil panen, sekaligus menjaga kesehatan agroekosistem.

Partisipasi FAPERTA UNIDA dalam ICOSTELM 2026 menjadi bukti komitmen universitas dalam mengembangkan riset pertanian berkelanjutan berbasis teknologi dan SDGs, serta memperkuat peran Indonesia dalam forum akademik internasional di bidang pertanian dan ketahanan pangan global.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda, Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si menyampaikan apresiasi atas kontribusi Dr. Muhammad Zainal Fanani dalam membawa isu strategis IPM ke forum internasional. Menurutnya, pengembangan Integrated Pest Management berbasis inovasi dan teknologi merupakan langkah nyata Fakultas Pertanian UNIDA dalam menjawab tantangan pertanian global yang semakin kompleks.

“Kami mendorong dosen untuk terus menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi petani, lingkungan, dan pencapaian SDGs,” ujarnya.