Dukungan Indonesia untuk Palestina Merdeka Sudah Ada Sejak Satu Abad
Cakra Media - Dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina telah berlangsung selama sekitar satu abad, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dubes Bunyan Saptomo, dalam pembukaan Konferensi Global Coalition for Al-Quds and Palestine (GCQP) di Istanbul, Turki.
Awal Kejadian
Bunyan Saptomo menjelaskan bahwa hubungan Indonesia dan Palestina dapat ditelusuri sejak dekade 1920-an, ketika sejumlah pelajar Indonesia di Mesir aktif dalam gerakan kemerdekaan dunia Islam. Salah satu tokoh yang terlibat adalah Prof Abdul Kahar Muzakir, yang menghadiri Konferensi Dunia Islam di Yerusalem pada tahun 1930.
Perkembangan
Sejarah mencatat juga adanya pemuda Indonesia yang gugur sebagai syuhada dalam perjuangan rakyat Palestina melawan penjajahan Inggris pada dekade 1930-an. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa pemimpin Palestina dan dunia Arab mendukung kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 1945. Bunyan juga memperkenalkan delegasi Indonesia yang hadir di konferensi GCQP, terdiri atas Oke Setiadi dan Kurniasih Zulhadji, serta perwakilan lembaga filantropi yang aktif mendukung Palestina.
Kondisi Terakhir
Bunyan memaparkan perkembangan penting terkait penguatan jaringan solidaritas Palestina di Asia Pasifik. Pada akhir 2025, MUI dan lembaga filantropi Indonesia menyelenggarakan Asia Pacific Conference on Al-Quds and Palestine, menghasilkan pembentukan Asia Pacific Coalition for Al-Quds and Palestine (APCQP) yang berkedudukan di Jakarta. Saat ini, APCQP tengah proses legalisasi sebagai perkumpulan resmi dan direncanakan diresmikan pada 19 Agustus 2026, bersamaan dengan persiapan konferensi tingkat regional berikutnya di Malaysia pada Oktober 2026.




