Dua Aksi Perampokan Mengguncang Sampit dalam Sehari
BORNEONEWS, Sampit - Dua aksi perampokan terjadi diwilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hingga menggerkan masyarakat, lantaran terjadi dalam waktu yang hampir berdekatan.
Kejadian pertama terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di sebuah rumah warga bernama Marni (42) di Perumahan Pandawa, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim. Saat itu korban sedang tertidur, pelaku masuk ke dalam rumah dan membawa senjata tajam jenis parang.
Mendengar suara ada yang masuk ke dalam rumahnya korban terbangun, dan pelaku langsung membekap wajah korban dengan bantal dan menindih tubuh korban.
Korban sempat melawan pelaku akhirnya di serang menggunakan parang yang dibawa oleh pelaku yang diduga berniat untuk merampok rumah korban.
Akibat serangan itu, korban mengalami luka bacok dibagian wajah dan tangannya, dan saat ini telah mendapat perawatan medis di RSUD dr. Murjani Sampit.
Kejadian kedua terjadi beberapa jam berikutnya yakni sekitar pukul 13.15 WIB, aksi perampokan kembali terjadi di gerai BRILink di Jalan HM Arsyad, Sampit.
Seorang pria bertubuh tinggi kurus mengenakan helm merah dan pakaian hitam masuk ke dalam gerai dan langsung menodongkan senjata tajam kepada penjaga gerai bernama Yuniar Tiakurnia (27).
Dengan ancaman akan dibunuh jika berteriak atau melawan, korban terpaksa menyerahkan seluruh uang tunai sekitar Rp9 juta rupiah. Setelah berhasil melancarkan aksinya pelaku kabur menggunakan sepada motornya.
"Saya terpaksa menyerahkan uang, karena ditodong menggunakan pisau dan diancam akan dibunuh kalau saya melawan atau berteriak," kata Yuniar Tiakurnia korban perampokan, Jumat, 20 Februari 2026.
Setelah pelaku keluar dan kabur korban sempat berteriak meminta tolong dan mencoba mengejar pelaku. Warga yang mendengar teriakan awalnya mengira terjadi kecelakaan lalu lintas sebelum mengetahui bahwa telah terjadi perampokan.
Dua kejadian dalam satu hari ini membuat warga resah. Aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kedua lokasi dan tengah memburu para pelaku. (BUDDI RAHMAT H/j)




