Digital Day 2026: Mendorong Kepemimpinan untuk Kedaulatan Digital
Sumber Foto: ANTARA News
Teknologi

Digital Day 2026: Mendorong Kepemimpinan untuk Kedaulatan Digital

Cakra Media - Jakarta (ANTARA) - Ajang Digital Day 2026 yang digelar The Iconomics mendapat sambutan positif dari pelaku industri teknologi dan digital melalui forum bisnis serta pemberian penghargaan bagi korporasi dan pimpinan teknologi lintas sektor di Jakarta, Kamis (26/2).

Founder & CEO The Iconomics Bram S. Putro dalam keterangannya pada Senin, mengatakan acara bertema “Digital Sovereignty: Leaders Must Act Now to Secure the Future” tersebut menjadi platform yang mempertemukan pemimpin perusahaan sekaligus memberi apresiasi bagi individu dan institusi yang berperan dalam pengembangan teknologi digital.

Menurut dia, di era ketika data menjadi komoditas utama dan infrastruktur digital menjadi tulang punggung layanan publik serta bisnis, kepemimpinan harus tegas dan terukur agar digitalisasi mampu menjadi katalis pertumbuhan korporasi berkelanjutan.

Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan pemerintah dan industri, di antaranya Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan AI Muhammad Muchlas Rowi, Direktur TI dan Digital PT Pegadaian Yos Iman Jaya Dappu, serta Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Rudolf Dannacher.

Baca juga: Komdigi: AI jadi pilar kedaulatan digital Indonesia

Pada sesi penghargaan, The Iconomics memberikan empat kelompok awards hasil kajian The Iconomics Research, yakni Indonesia Popular CIO & CTO Awards 2026, Indonesia Popular Digital Products Awards 2026, Indonesia Top Digital Innovation Awards 2026, dan Indonesia Top Digital Financial Brands Awards 2026.

Penghargaan CIO & CTO diberikan kepada lebih dari 30 pimpinan teknologi dari berbagai industri berdasarkan survei hampir 10.000 responden dengan indikator popularitas, kompetensi, kepemimpinan krisis, dan kepribadian.

Sementara itu, penghargaan digital financial brands diberikan berdasarkan indikator awareness, image, dan engagement, sedangkan digital innovation awards menilai inovasi perusahaan melalui aspek konfigurasi, produk, dan pengalaman pelanggan.

Adapun Indonesia Popular Digital Products Awards ditetapkan melalui FGD dan survei terhadap lebih dari 10.000 responden di 10 kota besar untuk mengukur tingkat kesadaran dan apresiasi publik terhadap produk dan layanan digital.

Baca juga: Peringati Safer Internet Day 2026, Fortinet tekankan pentingnya kepercayaan digital di tengah lonjakan ancaman siber

Baca juga: Telkomsel-Huawei dukung transformasi digital di industri bisnis

Baca juga: Kemendikdasmen perkuat pendidikan untuk kedaulatan digital

Pewarta: Ida Nurcahyani

Editor: Mahmudah

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.