Banjir Rendam Karangligar, 910 Warga Terpaksa Mengungsi di Hari Kedua Ramadhan
KARAWANG, KOMPAS.com - Pada hari kedua puasa Ramadhan 2026, warga Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026) kembali kebanjiran.
Akibat bencana itu, warga yang bersiap menyajikan makan sahur, terpaksa meninggalkan rumahnya masing-masing untuk mengungsi ke tempat aman, Jumat dini hari (20/2/2026).
"Dusun Pangasinan dan Kampek kembali disergap banjir dari luapan Sungai Cibeet dan Citarum pada pukul 02.00 WIB," ujar petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Telukjambe Barat, Kaming, Jumat (20/2/2025) siang.
Ratusan Warga Mengungsi
Kaming mengatakan, berdasarkan data pada Jumat (10/2/2026) siang, ada 218 rumah warga yang kebanjiran. Adapun warga terdampak mencapai 910 orang dari 306 keluarga.
Saat ini mereka sudah berada di tempat pengungsian sambil menunggu bantuan makanan untuk berbuka puasa.
"Saat banjir datang, sebagian warga masih keburu makan sahur di rumah. Namun banyak juga yang terburu-buru meninggalkan rumah sehingga tidak sempat sahur," kata Kepala Dusun Pangasinan, Farman Dimas, Jumat sore.
Adapun data dari Pemerintahan Desa (Pemdes) Karangligar, ketinggian muka air paling terendah 50 sentimeter dan tertinggi mencapai 170 sentimeter.
Selain rumah, sejumlah fasilitas umum turut terendam, di antaranya 2 masjid, 1 Sekolah Dasar, dan 1 PAUD serta 2 mushala.
Pada pukul 14.28 WIB, dilaporkan masih banyak warga yang terjebak banjir di rumahnya masing-masing.
Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah melalui Kasi Humas, Cep Wildan menyebutkan, tim SAR gabungan segera turun ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang awalnya tidak mau meninggalkan rumah.
"Ada ratusan warga yang semula bertahan di dalam rumah dengan berbagai alasan. Kami jemput mereka dengan perahu karet karena banjir terus meninggi," kata Wildan.
Penanganan Darurat
Polres Karawang, kata Wildan, menerjunkan personel gabungan terdiri dari Satpolairud Polres Karawang, BKO Ditpolairud Polda Jabar, Babinsa, BPBD Kabupaten Karawang ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
"Prioritas utama kami adalah warga yang sakit, lansia, dan anak-anak untuk dipindahkan ke tempat aman," ujar Wildan.
Selain melakukan evakuasi, tim telah berkoordinasi dengan pihak PLN agar aliran listrik dipadamkan di wilayah yang tergenang banjir.
Tujuannya menghindari risiko korsleting dan sengatan arus listrik.
"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada karena debit air cenderung meningkat. Prioritaskan juga untuk menyelamatkan barang-barang berharga," kata Wildan.




