Bahlil Bahas Keamanan Pasokan Energi di Tengah Ketegangan Iran
Cakra Media - PRIORITAS, 2/3/26 (Jakarta): Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/3/26), untuk memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto terkait pembahasan kondisi energi nasional di tengah meningkatnya konflik Iran.
“Menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya. Menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz, Iran,” ujar Bahlil sebelum rapat terbatas (ratas) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/26), dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan, salah satu isu yang dibahas bersama Presiden berkaitan dengan langkah antisipasi terhadap pasokan minyak global. Hal ini mengingat Indonesia masih bergantung pada impor energi, terutama menjelang periode Lebaran saat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) cenderung meningkat.
Bahlil menuturkan, harga minyak mentah dunia, termasuk jenis Brent, secara bertahap mulai mengalami kenaikan seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga
Ini dia besaran gaji Menteri dan Wakil Menteri di Indonesia
23 Okt 2024
“Perlahan-lahan sebagian sudah ada perubahan harga naik,” imbuhnya.
BBM nasional masih aman
Kendati demikian, ia menegaskan, kondisi cadangan bahan bakar minyak nasional masih berada dalam kategori aman.
Menyoal dampaknya terhadap subsidi energi, Bahlil menyebut sejauh ini tidak terdapat kendala. Namun, ia mengingatkan bahwa harga energi global berpotensi mengalami penyesuaian jika ketegangan politik terus berlanjut.
Bahlil juga menyampaikan rencana untuk menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) guna membahas langkah antisipatif maupun opsi alternatif demi menjaga keamanan pasokan energi dalam negeri.
“Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional. Setelah itu baru saya akan menyampaikan hasil analisa dan kajian dari DEN,” ucap Bahlil.
Baca Juga
Polres Jaksel selidiki insiden pengemudi tewas tertimpa pohon saat hujan deras
31 Okt 2025
Aksi militer Amerika Serikat
Pada Sabtu (28/2/26), Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran. Serangan ini menjadi yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump setelah aksi militer pertama pada Juni 2025.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pasukan Amerika Serikat melancarkan operasi militer berskala besar di Iran guna melindungi warga negaranya dengan meniadakan ancaman yang diklaim berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir Iran.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung terkait program nuklir Iran dengan mediasi Oman. Putaran pertama dan kedua berlangsung pada awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, dengan fokus pada pembatasan tingkat pengayaan dan stok uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi.
Putaran ketiga perundingan digelar pada Kamis (26/2) di Jenewa, di tengah meningkatnya eskalasi ketegangan di kawasan. (P-Zamir)
Bahlil Lahaladia Konflik Iran Pasokan Energi
Pos Terkait
Tenis: Gauff kandaskan Zheng, jumpa Swiatek di semifinal Italia Open
Lima tewas dalam kebakaran gudang dan rumah di Penjaringan
Rizky Ridho sumpah mati-matian jelang laga klasik Persib vs Persija
“Fan meeting” Kim Soo-hyun di Taiwan dibatalkan, buntut kontroversinya dengan mendiang Kim Sae-ron
Bergabung dengan tentara bayaran Rusia, personel Brimob Polda Aceh dipecat
Gubernur Sulteng desak PT Poso Energy prioritaskan perbaikan rumah warga
Pos Terkait
2 tahun lalu
Gregoria tersingkir di semifinal Singapore Open usai takluk dari An Se Young
2 bulan lalu
Antrean ‘check-in’ mengular, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta diserbu pemudik
5 tahun lalu
Hebat !!! Selandia Baru cetak rekor, 100 hari tanpa kasus Covid-19 lokal
1 tahun lalu
US Open: Kalah dari van de Zandschulp, Alcaraz: Saya melawan diri saya dan lawan
8 bulan lalu
IHSG awali Oktober dengan kenaikan tipis di sesi I perdagangan
6 bulan lalu
Sebanyak 52.000 rumah terendam, korban tewas banjir-longsor di Vietnam 41 Orang




