Artis Dunia Bersatu Kenakan Pin 'ICE Out' di Grammy dan Golden Globes 2026
Sumber Foto: Priangan Timur News
Hiburan

Artis Dunia Bersatu Kenakan Pin 'ICE Out' di Grammy dan Golden Globes 2026

PRIANGANTIMURNEWS – Aksesori kecil yang mencuri perhatian publik di Grammy Awards 2026 yang digelar di Los Angeles. Sejumlah selebriti dunia tampil di karpet merah dan selama acara dengan mengenakan pin bertuliskan “ICE OUT”, simbol yang langsung memantik perbincangan global.

Fenomena ini bukan sekadar tren mode, melainkan bagian dari aksi protes terhadap kebijakan penegakan imigrasi Amerika Serikat melalui lembaga US Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Istilah “ICE OUT” Merujuk pada seruan simbolis untuk menentang praktik dan pengoperasian ICE yang dalam beberapa waktu terakhir menuai kritik luas. Kebijakan yang dihilangkan dan dideportasi, terutama di kota-kota seperti Minneapolis, memicu gelombang protes dari kelompok hak asasi manusia, komunitas imigran, hingga kalangan seniman. Sorotan semakin tajam setelah sejumlah kejadian fatal yang melibatkan aparat penegak hukum federal mendapat perhatian media dan publik.

Penggunaan pin “ICE OUT” bukan tindakan individu. Gerakan ini didukung kampanye yang melibatkan berbagai organisasi advokasi seperti American Civil Liberties Union (ACLU), MoveOn, National Domestic Workers Alliance, dan Working Families Power. Kampanye tersebut mulai terlihat sejak Golden Globes 2026 dan berlanjut hingga Grammy, menandai sikap kolektif komunitas kreatif dalam menyuarakan isu kemanusiaan.

Di Grammy Awards 2026, sejumlah nama besar pasti mengenakan pin “ICE OUT”, baik di karpet merah maupun di dalam venue acara.

Berikut deretan artis yang terkonfirmasi, beserta konteks kemunculannya:

Billie Eilish – Musisi banyak pemenang Grammy ini tampil dengan pin “ICE OUT” dan dalam pidatonya menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang dinilai merugikan komunitas imigran.

Finneas O'Connell – Saudara sekaligus kolaborator Billie Eilish, ikut mengenakan pin sebagai bentuk dukungan terhadap pesan yang sama.

Justin Bieber & Hailey Bieber – Pasangan selebriti ini tampil bersama di karpet merah Grammy dengan pin “ICE OUT”, menampilkan sikap politik yang jarang mereka tampilkan secara terbuka.

Kehlani – Tak hanya memakai pin, penyanyi R&B ini juga dikenal vokal menyuarakan kritik terhadap ICE dalam wawancara dan momen publik.

Bad Bunny – Salah satu figur paling mencolok, ia secara eksplisit mengucapkan seruan “ICE OUT” dalam pidato penerimaan Grammy dan menegaskan bahwa imigran adalah manusia, bukan musuh.

Joni Mitchell – Legenda lintas generasi ini mengenakan pin sebagai pernyataan diam namun kuat, menampilkan bahwa isu ini melampaui batas usia dan genre.

Samara Joy – Vokalis jazz muda yang menunjukkan ikut solidaritas melalui simbol yang sama.

Margo Price – Penyanyi country yang dikenal kritis terhadap isu sosial, juga mengenakan pin tersebut.

Jason Isbell – Musisi folk-rock yang konsisten menyuarakan isu kemanusiaan, tampil dengan simbol “ICE OUT”.

Amy Allen – Penulis lagu pemenang penghargaan yang juga terlihat memakai pin selama acara.

Justin Vernon (Bon Iver) – Selain mengenakan pin, ia membawa peluit oranye sebagai penghormatan kepada “pengamat ICE”, warga sipil yang memantau pergerakan ICE di komunitas mereka.

Baca Juga:

Selain nama-nama di atas, laporan media juga menyebut beberapa artis lain terlihat mengenakan pin serupa di acara pendukung Grammy, menandakan bahwa dukungan terhadap gerakan ini tidak terbatas pada satu panggung utama saja.

Fenomena “ICE OUT” tidak berhenti di Grammy. Di Golden Globes 2026, simbol yang sama juga muncul dan memperluas jangkauan protes pesan ini. Pada ajang tersebut, Ariana Grande tercatat mengenakan pin “ICE OUT” di dalam acara ballroom, meski ia tidak terlihat memakainya di karpet merah Grammy. Fakta ini penting dicatat karena sering kali terjadi penyamarataan antara dua ajang dianugerahi besar tersebut di media sosial.

Kehadiran simbol yang sama di Grammy dan Golden Globes menampilkan bahwa “ICE OUT” bukan tren saat ini. Ia lahir dari konteks sosial dan politik yang nyata, termasuk meningkatnya perhatian masyarakat terhadap operasi ICE dan dampaknya bagi komunitas imigran di Amerika Serikat. Dengan memanfaatkan sorotan global dari ajang hiburan, para selebriti membawa isu ini ke ruang diskusi yang lebih luas.

Meski mendapat dukungan besar, aksi ini juga memicu terjadinya. Sebagian pihak menilai penggunaan pin di karpet merah hanya bersifat simbolik, sementara yang lain melihatnya sebagai langkah penting untuk menjaga isu imigrasi tetap hadir dalam percakapan masyarakat arus utama. Terlepas dari pro dan kontra, kemunculan “ICE OUT” di berbagai ajang acara yang menunjukkan bagaimana dunia hiburan semakin sering menjadi ruang ekspresi sikap politik dan kemanusiaan.

Dengan deretan nama besar dari berbagai genre musik dan latar belakang, pin “ICE OUT” kini tidak lagi sekadar aksesori. Ia telah menjadi simbol perlawanan kultural yang mencerminkan sikap sebagian industri hiburan global terhadap kebijakan imigrasi Amerika Serikat dan peran ICE di dalamnya.***