ACTRA Tolak Kehadiran Artis AI Tilly Norwood di Kanada
Jakarta (ANTARA) - Aliansi Artis Radio, Sinema, dan Televisi Kanada (ACTRA) menolak kehadiran Tilly Norwood, sosok karakter perempuan yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) sebagai aktris.
Direktur eksekutif nasional dan kepala negosiator ACTRA, Marie Kelly, dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari The Hollywood Reporter, Jumat, menyatakan kekhawatiran bahwa Tilly didasarkan deretan kode yang secara keliru diprogram untuk meniru pertunjukan manusia sungguhan.
"Tidak ada tempat dalam industri kami, dan tidak ada gunanya dalam kemanusiaan seni, untuk menggantikan para penampil dengan pemain tiruan. ACTRA menolak segala upaya untuk melakukannya," ujar Kelly.
Kelly memahami seluk-beluk penerapan AI di industri hiburan dan implikasinya terhadap karir serta ambisi para anggotanya setelah mendapatkan perlindungan baru terhadap penyalahgunaan AI dalam Perjanjian Produksi Independen terbaru, sebuah kontrak kerja antara aktor Kanada dan produser Amerika Utara.
"Independent Production Agreement" terbaru ini mulai berlaku pada Januari 2025.
Kelly mengatakan para penampil peduli dengan keahlian mereka, posisi mereka di dunia hiburan, dan mata pencaharian mereka.
Ia menilai para penampil selalu bersaing dengan ribuan penampil lain untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga menolak untuk dihadapkan dengan persaingan dengan para tiruan.
"Selain fakta bahwa 'penampil' tiruan tidak makan, mengonsumsi barang, membayar pajak, atau berkontribusi pada masyarakat kita, mereka tidak melibatkan penonton dengan kreativitas manusia,” tambah Kelly.
Ia berkomentar setelah pencipta Norwood, Eline Van der Velden dari perusahaan produksi AI Particle6, mengatakan kepada Festival Film Zurich bahwa ia sedang berbicara dengan agensi bakat Hollywood untuk mendapatkan representasi bagi "aktris" tersebut.
Komedian dan produser konten asal Belanda ini memperkenalkan Tilly Norwood sebagai karya yang dihasilkan komputer melalui halaman Instagram khusus.
"Ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah Kanada tentang meningkatnya ancaman AI," ujar Kelly.
Dia menambahkan, para penampil di Kanada tidak menentang AI dan potensi teknisnya, termasuk dalam industri hiburan, tetapi dampak negatif yang sangat nyata harus ditangani dan dilindungi.
"Teknologi ini semakin kuat dan berkembang dengan sangat cepat. Para pelaku industri hiburan mungkin menjadi indikator bahaya, tetapi jika undang-undang yang kuat seputar AI — terutama hak moral — tidak disahkan sekarang, mungkin akan segera terlambat untuk bertindak bagi seluruh masyarakat," kata Kelly pula.




